Ibadah haji dan umrah adalah perjalanan spiritual yang sangat mulia. Namun sayangnya, masih banyak jamaah—khususnya dari Indonesia—yang melakukan kesalahan fatal karena kurangnya persiapan, informasi, atau karena terbawa emosi selama di Tanah Suci. Kesalahan-kesalahan ini bukan hanya merugikan diri sendiri, tapi juga bisa mengganggu kekhusyukan ibadah orang lain.

Berikut adalah 10 kesalahan paling umum dan sering diabaikan oleh jamaah Indonesia saat menjalankan ibadah umrah dan haji—beserta solusi agar Anda bisa menghindarinya.

1. Berangkat Tanpa Ilmu Manasik yang Cukup

Banyak jamaah hanya mengandalkan pembimbing atau travel tanpa memahami sendiri rukun, wajib, dan sunnah haji atau umrah. Akibatnya, mereka kebingungan saat pelaksanaan, bahkan bisa membatalkan ibadah karena tidak sadar telah melanggar larangan ihram atau meninggalkan rukun.

Solusi: Ikuti manasik dengan serius dan pelajari tata cara ibadah dari sumber terpercaya sebelum berangkat.

2. Niat Tidak Lurus Karena Ingin Gengsi Sosial

Tak sedikit jamaah yang berangkat hanya karena ikut-ikutan, ingin status sosial, atau agar dipanggil “Pak Haji” atau “Bu Hajjah”. Ibadah yang dibangun atas niat duniawi akan kehilangan keberkahan spiritualnya.

Solusi: Luruskan niat sebelum berangkat—semata karena Allah, bukan karena popularitas.

3. Terlalu Sibuk Belanja & Foto Selfie

Makkah dan Madinah memang memiliki banyak oleh-oleh yang menggoda, tapi terlalu fokus pada belanja dan berfoto membuat waktu ibadah terbuang. Bahkan, sebagian jamaah sibuk selfie saat thawaf!

Solusi: Prioritaskan waktu untuk ibadah. Belanja dan dokumentasi boleh, tapi jangan sampai mengalahkan niat utama: mendekatkan diri kepada Allah.

4. Meremehkan Kondisi Fisik

Ibadah haji dan umrah menuntut kekuatan fisik. Banyak jamaah yang kelelahan atau jatuh sakit karena tidak menjaga kesehatan atau membawa obat-obatan yang dibutuhkan.

Solusi: Latih fisik jauh-jauh hari dengan jalan kaki dan olahraga ringan. Jangan lupa membawa vitamin dan obat pribadi.

5. Tidak Sabar dan Mudah Emosi

Tinggal bersama ribuan orang dalam satu penginapan, antre panjang, dan cuaca ekstrem bisa memicu emosi. Banyak jamaah terpancing marah atau bahkan bersikap kasar, padahal sedang dalam ihram.

Solusi: Tanamkan sabar sebagai kunci utama ibadah. Ingat bahwa setiap ujian di Tanah Suci adalah bagian dari proses penyucian jiwa.

6. Lalai Menjaga Lisan & Sikap

Ucapan buruk, mengeluh, bergosip, atau bersikap tidak sopan adalah hal yang sering terjadi karena kelelahan. Tapi hal-hal ini bisa menghapus pahala ibadah.

Solusi: Perbanyak dzikir dan istighfar. Kendalikan lisan seperti menjaga ibadah.

7. Mengandalkan Petugas Sepenuhnya

Petugas haji memang membantu, tapi terlalu bergantung tanpa belajar bisa membuat Anda bingung saat tersesat atau terpisah dari rombongan.

Solusi: Hafalkan rute ke penginapan, catat nomor kamar, dan selalu bawa ID serta kartu nama hotel.

8. Tidak Memanfaatkan Momen Mustajab Doa

Banyak jamaah tidak tahu atau melewatkan waktu dan tempat yang mustajab untuk berdoa, seperti Multazam, Raudhah, antara adzan dan iqamah, atau saat hujan turun.

Solusi: Pelajari waktu-waktu dan tempat mustajab dari awal. Buat daftar doa pribadi agar lebih fokus saat bermunajat.

9. Salah Pilih Travel Umrah atau Haji

Banyak kasus jamaah gagal berangkat atau terlantar di Tanah Suci akibat memilih travel abal-abal. Ini merugikan secara materi dan spiritual.

Solusi: Pilih travel resmi, berizin Kemenag, dan memiliki rekam jejak baik. Jangan tergiur harga murah tanpa jaminan kejelasan.

10. Pulang Tanpa Perubahan Hidup

Ibadah haji dan umrah seharusnya mengubah pribadi menjadi lebih baik. Tapi banyak yang setelah pulang, kembali ke kebiasaan lama: shalat bolong, lisan tajam, hati keras.

Solusi: Jadikan ibadah ini sebagai titik balik. Bawa pulang bukan hanya oleh-oleh, tapi juga akhlak yang baru dan semangat untuk hidup yang lebih taat.

Kesimpulan

Ibadah umrah dan haji bukan hanya tentang “berangkat dan pulang”, tapi tentang bagaimana hati dibersihkan, jiwa ditata ulang, dan kehidupan berubah total. Hindari 10 kesalahan di atas agar ibadah Anda tak sekadar formalitas, melainkan menjadi pengalaman spiritual yang benar-benar mengubah hidup.

Jangan biarkan kesalahan kecil merusak ibadah besar. Bersiaplah dengan matang—fisik, mental, dan ilmu—agar perjalanan ke Tanah Suci menjadi momen yang paling berharga dalam hidup Anda.

🔍 Ingin perjalanan haji dan umrah yang nyaman, sesuai syariat, dan penuh bimbingan spiritual?
✨ Konsultasikan rencana ibadah Anda sekarang bersama tim profesional dan pembimbing berpengalaman kami!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *