Bagi seorang Muslim, berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah atau haji adalah momen yang sangat dinanti—sebuah panggilan istimewa dari Allah. Tapi bagi yang baru pertama kali akan berangkat, perasaan haru sering bercampur dengan cemas. Apa yang harus disiapkan? Bagaimana agar ibadah benar-benar khusyuk dan tidak terganggu oleh hal-hal teknis?
Pertama, pastikan seluruh dokumen administrasi sudah lengkap: paspor aktif minimal 6 bulan, visa umrah atau haji, tiket pesawat, serta buku vaksin internasional. Ini syarat mutlak yang harus dipenuhi agar perjalanan lancar. Jangan lupa juga untuk mengikuti manasik—bimbingan tata cara ibadah—agar kamu lebih memahami setiap rukun dan wajibnya.
Kedua, siapkan fisik. Banyak aktivitas ibadah yang memerlukan tenaga, seperti thawaf, sa’i, dan berjalan kaki jarak jauh. Mulailah olahraga ringan seperti jalan pagi atau senam agar tubuh tidak kaget saat sampai di sana. Siapkan juga pakaian ihram (untuk laki-laki) dan baju yang nyaman serta syar’i (untuk perempuan), beserta perlengkapan pribadi lainnya seperti sandal jepit, botol semprot air, dan tas kecil untuk membawa barang penting saat ibadah.
Ketiga, yang tak kalah penting: siapkan hati. Perjalanan ini bukan wisata biasa. Ini perjalanan ruhani. Bersihkan niat hanya karena Allah, latih kesabaran, dan perbanyak istighfar serta doa. Di tanah haram, setiap kata dan perbuatanmu memiliki nilai. Maka jagalah lisan, kendalikan emosi, dan manfaatkan setiap detik untuk mendekatkan diri pada-Nya.
Menjadi tamu Allah adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab. Dengan persiapan yang baik—lahir dan batin—umrah dan haji pertamamu akan menjadi pengalaman yang tak hanya menggetarkan jiwa, tapi juga mengubah hidupmu selamanya.